Mari Kita Mulai

Senin, 15 Februari 2010

makalahku

KATA PENGANTAR



Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena berkat taufiq dan hidayah-Nya lah penulisan makalah ini dapat diselesaikan.
Kami selaku penulis sadar bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu, kami selalu mengharapkan kritik dan saran dari Anda demi perbaikan selanjutnya.
Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada : Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu didalam proses penyusunan makalah ini.
Terlepas dari semua kekurangan penulisan makalah ini, baik dalam susunan dan penulisannya yang salah, kami memohon maaf dan berharap semoga penulisan makalah ini bermanfaat khususnya kepada kami selaku penulis dan umumnya kepada pembaca yang budiman.



Citeureup, November 2009











DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………. 1
DAFTAR ISI………………………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………. 3
A. Latar belakang ……………………………………………………. 3
B. Awali dengan Tujuan Evaluasi …………………………………... 3
BAB II ANALISIS DATA DALAM EVALUASI PENDIDIKAN……… 4
A. Tabulasi Data…………………………………………………….. 4
B. Pengolahan Data …………………………………………………. 6
C. Pengolahan Data dengan Komputer ……………………………… 12
BAB III KESIMPULAN …………………………………………………….. 13
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………… 14











BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tujuan evaluasi program adalah berupaya mencari rekomendasi. Rekomendasi ini didapatkan dari hasil telaah analisis data yang didapatkan dari lapangan. Dalam proses analisis, kita melakukan beberapa perlakuan atas data yang didapat, perlakuan ini disebut pengolahan. Pengolahan data merupakan faktor yang sangad menentukan kualitas hasil olahannya. Mengolah data adalah suatu proses mengubah wujud data yang diperoleh, biasanya masih termuat di dalam instrument atau catatan – catatan yang dibuat peneliti (evaluator), menjadi sebuah sajian data yang dapat disimpulkan dan dimaknai.
Analisis data kuantitatif dan kualitatif merupakan topik yang biasa dilakukan dalam metode penelitian lanjut dan evaluasi. Ada beberapa hal mendasar yang perlu dipertimbangkan evaluator/peneliti yang bias membantu dalam memaknai setumpuk data, yaitu sebagai berikut.

B. Awali dengan Tujuan Evaluasi

Ketika menganalisis data (apakah dari tes, kuesioner, wawancara, atau lainnya), selalu harus diawali dengan meninjau ulang tujuan evaluasi. Ini akan memudahkan kita dalam menyusun data dan memfokuskan analisis. Misalnya, bila kita bertujuan untuk meningkatkan program dengan cara mengenali kekuatan dan kelemahan program yang sedang dievaluasi maka kita bisa menyusun data dalam kekuatan program, kelemahan, dan saran untuk meningkatkan kualitas program. Jika kita menghendaki pemahaman menyeluruh mengenai bagaimana program berjalan, kita bisa menyusun data dalam susunan kronologis apa yang dilakukan klien kita yang dievaluasi. Jika kita ingin melakukan evaluasi dampak program, kita bisa menggolongkan data berdasar pada indikator setiap dampak.



BAB II
ANALISIS DATA DALAM EVALUASI PENDIDIKAN

Dalam penelitian data di bagi dua yaitu data kuantitatif dan kualitatif, dengan kedua jenis ini kemudian data diolah. Jenis pertama terkait dengan statistika sedangkan yang kedua sebaliknya atau nonstatistika. Dalam menganalisis dan mengolah data kuantitatif hendaknya dilakukan dengan tabulasi data. Tabulasi merupakan coding sheet untuk memudahkan peneliti dalam mengolah dan menganalisis data. Karena memahami secara tabulasi lebih mudah dibandingkan dengan bentuk uraian narasi yang panjang.
Analisis data kuantitatif dapat dilakukan dengan dua cara, Pertama. Statistik Deskriptif adalah suatu teknik pengolahan data yang tujuannya melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diamati. Kedua, Statistik Inferensial yaitu mencakup metode-metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data yang dilakukan untuk meramalkan dan menarik kesimpulan atas data dan akan berlaku bagi keseluruhan gugus atau induk dari data tersebut. Statistik ini juga disebut dengan statistik parametrik berlaku untuk data interval atau rasional jika datanya normal. Dan apabila datanya tidak normal serta berbentuk ordinal atau nominal, maka jenis statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik.
Tidak semua data dilapangan berbentuk simbol-simbol yang bisa dikuantifikasi dan dihitung secara matematis. Ada kalanya datanya abstrak yang tidak dapat dimanipulasi menjadi numerik sehingga data jenis ini hanya dapat dilakukan dengan analisis kualitatif.
Kegiatan dalam menganalisis data kualitaitif dapat melalui tahapan-tahapan berikut :
1. Dengan mereduksi/menyiangi data
2. Display data
3. Menafsirkan data
4. Menyimpulkan dan verifikasi
5. Meningkatkan keabsahan hasil
6. Narasi hasil analisis.


A. TABULASI DATA
Istilah “tabulasi” dapat diartikan “menyusun menjadi tabel”. Pengertian lain, tabulasi adalah pengolahan atau pemrosesan hingga menjadi tabel.
Tabulasi merupakan coding sheet yang memudahkan peneliti dalam mengolah dan menganalisis, baik secara manual maupun komputer. Tabulasi ini berisikan variabel – variabel objek yang akan diteliti dan angka – angka sebagai simbolisasi (label) dari kategori berdasarkan variabel – variabel yang diteliti.
Data mentah yang diperoleh dari lapangan akan bervariasi, tergantung pada alat pengumpul data yang digunakan oleh evaluator, yaitu sebagai berikut.
1. Data yang diperoleh dengan menggunakan angket maka data yang diperoleh berupa centangan atau tanda check list (√) pada pilihan – pilihan, lingkaran – lingkaran pada angka atau huruf yang disediakan dalam instrumen, atau kalimat – kalimat jawaban yang sifatnya kualitatif.
2. Data yang diperoleh dengan wawancara, wujud data yang diperoleh berbentuk centangan, lingkaran, dan kalimat jawaban yang diberikan oleh responden dan dicatat oleh petugas pengumpul data.
3. Data yang diperoleh dengan observasi maka wujud data yang diperoleh berbentuk centangan, lingkaran, dan kalimat – kalimat catatan petugas.
4. Data yang diperoleh dengan menggunakan dokumentasi berupa angka – angka atau simbol – simbol yang menunjuk peringkat kondisi objek yang ditelaah.
5. Data yang diperoleh dengan tes atau inventori berupa angka – angka yang menunjukkan skor nilai.

Dari kelima bentuk data yang dijelaskan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis data bisa digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu
1. Nilai jadi, berupa nilai angka yang dibuat dari interpretasi kriteria dan tes;
2. Kode – kode atau simbol – simbol yang bisa berupa tanda centang dan lingkaran, atau memberikan tanda silang pada pilihan – pilihan;
3. Informasi dalam bentuk paparan kalimat yang memuat data kuantitatif dan kualitatif.

Adapun komponen identitas responden terdiri atas indikator :
1. Golongan / ruang,
2. Jenis kelamin
3. Jenis sekolah,
4. Umur,
5. Pendidikan terakhir, dan
6. Intensitas kursus sejenis yang pernah diikuti.

Komponen persepsi peserta tentang penyelenggaraan pelatihan terdiri atas indikator :
1. Persepsi tentang materi :
a. Pemahaman materi
b. Kebaruan materi
c. Struktur materi
2. Persepsi tentang evaluasi :
a. Penguasaan materi
b. Penggunaan metode yang menyenangkan
3. Persepsi tentang evaluasi
a. Relevansi tes hasil belajar
b. Pemahaman soal tes.

Untuk memudahkan pengolahan, kategori – kategori dari indikator komponen/ variabel harus diberi label/kode dalam bentuk angka. Berhubungan pilihan – pilihan dalam instrumen diatas tidak seragam berwujud nominal, interval, ataupun ordinal, tetapi bercampur – campur maka harus menyeragamkannya dalam bentuk yang sama dan harus tetap bisa diolah dengan mudah. Artinya, harus dilakukan manipulasi atas indikator – indikator tersebut dengan menggunakan kode/label. Cara termudah adalah melabelnya dengan angka.
Data yang bersifat kualitatif disebut dengan istilah “data narasi”. Dalam pembahasan kali ini, cara mengolah data narasi akan dibedakan dalam dua bentuk, yaitu
1) data narasi berpotensi tabulasi, dan
2) data narasi nontabulasi


1. Data Narasi Berpotensi Tabulasi
Data jenis ini mengacu pada jawaban responden yang tingkat kemunculannya tinggi, artinya jawaban yang sering muncul karena diminati oleh responden.
2. Data Narasi Nontabulasi
Data narasi nontabulasi adalah data yang berwujud kalimat atau uraian yang sangat individual dan unik karena merupakan pendapat responden secara perseorangan.


B. PENGOLAHAN DATA
Pengolahan data bisa dilakukan dengan bantuan statistik dan nonstatistik. Namun, ada beberapa hal yang harus dicatat, yakni bahwa evaluator harus jeli melihat rumus – rumus statistik yang tepat dengan karakteristik data yang dimiliki dan tujuan dilakukannya evaluasi. Jika salah dalam menggunakan rumus statistik maka kualitas solusi yang akan dihasilkan pun tidak akan menjawab permasalahan.
Berkaitan dengan pentingnya statistik bagi evaluasi program pendidikan, Walpole (1995 : 2) menyatakan bahwa metode statistik adalah prosedur – prosedur yang digunakan dalam pengumpulan, penyajian, analisis, dan penafsiran data. Lebih lanjut, ia membagi metode statistik ke dalam dua golongan besar, statistik deskriptif dan statistik inferensial.

1. Analisis Data Kuantitatif
Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah suatu teknik pengolahan data yang tujuannya untuk melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diamati. Statistik jenis ini memberikan cara untuk mengurangi jumlah data ke dalam bentuk yang dapat diolah dan menggambarkannya dengan tepat mengenai rata –rata, perbedaan, hubungan, dan sebagainya.

1) Distribusi Frekuensi
Salah satu hal pertama yang dapat dilakukan agar data mudah dipahami adalah menyusunnya ke dalam sebaran frekuensi (distribusif rekuensi), satu distribusi untuk tiap set data variabel. Distribusif rekuensi mampu menyingkatkan data yang sangat banyak sehingga dapat dicermati secara detail.

2) Frekuensi Relatif dan Kumulatif
Frekuensi kategori variabel ada dua jenis, relatif dan kumulatif. Frekuensi relatif adalah banyaknya kategori yang muncul yang dilihat secara sendiri - sendiri, terlepas dari kategori yang lain.
Sedangkan frekuensi kumulatif dalam bentuk persentase sangat berguna untuk melihat keberadaan kategori secara individual dalam distribusi keseluruhan. Persentase nilai f kumulatif menggambarkan presentase kasus yang dimaksud atau yang dibawahnya.


Tampilan Grafis Data

Penggunaan bagan (chart) dan grafik (graph) atau juga disebut diagram sering digunakan secara bergantian.Sedangkan grafik merupakan representasi visual dari data numerik yang menunjukkan distribusi data menyatakan hubungan antara variabel-variabel dalam data.
Alasan utama dalam penggunaan grafik adalah untuk menampilkan informasi secara komparatif dan kuantitatif secara cepat dan mudah. Grafik yang baik haruslah mudah dibaca dan tidak njelimet (rumit).

Diagram Batang (Bar Graph)
Diagram batang biasanya disusun secara vertikal dan digunakan untuk rnenampilkan distribusi frekuensi untuk variabel tingkat nominal.

Diagram Histogram
Histogram dibangun oleh baris-baris yang lebarnya saling bersinggungan antara interval kategori variabel dan tingginya menyatakan frekuensi. Histogram sangat tepat untuk mengukur variabel yang ukurannya ordinal, interval, atau rasio.
Diagram Poligon Frekuensi
Cara lain untuk menggambarkan bagaimana data didistribusikan adalah dengan menampilkan distribusi frekuensi dalam bentuk poligon frekuensi. Poligon adalah gambar geometris yang dbuat dengan cara menghubungkan titik-titik tengah dari tiap kotak di bagian atas pada histogram. Poligon frekuensi merupakan diagram yang dibangun dari data yang sedemikian rupa dan digambarkan dengan grafis. Sebenarnya poligon ini hampir mirip dengan histogram.

Mode atau Modus
Modus distribusi adalah nilai atau skor pada tabel distribusi yang frekuensi kemunculannya tinggi.

Median
Median merupakan indeks dari kecenderungan terpusat (central tendency), jika sebuah angka menempati posisi tengah dalam tiap distribusi yang telah diurutkan.

Mean (Rata-Rata)
Untuk mengetahui rata-rata dari berapa kali para peserta pernah mengikuti pelatihan/kursus dengan materi yang sejenis.

Standar Deviasi
Apabila penyimpangan rata-rata didasarkan pada konsep penyimpangan absolut dari beberapa norma maka penyimpangan standar (standard deviation) didasarkan pada konsep penyimpangan yang diakarkan dari rata-rata.Satndar deviasi biasanya disingkat SD. Selain itu, juga akan ditemukan simbol-simbol lainnya, tentang deviasi standari ni, misalnya (dibaca sigma) atau s.

Statistik Inferensial
Statistik inferensial mencakup metode-metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data yang dilakukan untuk meramalkan dan menarik kesimpulan atas data, dan akan berlaku bagi keseluruhan gugus atau induk dari data tersebut. Bagi yang sebaran datanya normal, statistik inferensi ini disebut dengan statistik parametrik. Selain datanya normal, statistik parametrik ini juga berlaku untuk data interval atau rasio. Sedangkan jika datanya tidak normal serta berbentuk ordinal dan nominal, jenis statistik yang digunakan dalam statistik inferensial adalah statistik nonparametrik.

1. Statistik Parametik
Teknik statistik parametik meliputi : 1) t-test untuk kelompok bebas, 2) t- test untuk pengukuran berulang/sampel berhubungan, 3) analisis varians faktor tunggal untuk kelompok bebas, 4) analisis varians faktor tunggal untuk pengukuran berulang, 5) analisis varians dua faktor untuk kelompok bebas, 6) korelasi product moment, dan 7) korelasi regresi linear.

T-test untuk kelompok bebas
Perbandingan rata-rata antara dua kelompok secara statistik belum tentu menggambarkan hubungan langsung. Jika terjadi perbedaan, belum tentu signifikan membedakan diantara kelompok tersebut.
T-test untuk Pengukuran Berulang
Untuk mencari adakah perbedaan penguasaan materi diantara peserta yang pernah mengikuti pelatihan serupa dengan tidak pernah mengikuti sama sekali, bisa digunakan t-test pengukuran berulang.
Korelasi Product Moment
Korelasi menunjuk pada suatu hubungan yang sistematis antara variabel-variabel. Hubungan yang terjadi pada variabel bisa negatif ataupun positif. Suatu hubungan dikatakan hubungan positif, jika suatu variabel meningkat maka variabel yang dihubunginya juga akan meningkat dan dikatakan hubungan negatif jika salah satu variabel menurun maka variabel yang dihubunginya akan meningkat.
Prosedur yang mengukur tingkat hibungan positif atau negatif antara variabel-variabel disebut teknik korelasional. Hasilnya, disebut koefisien korelasi. Korelasi product moment merupakan teknik pengukuran tingkat hubungan antara dua variabel yang datanya berskala interval atau rasio. Angka korelasinya disimbolkan dengan r.

2. Statistik Nonparametik
Untuk data yang sebarannya normal, digunakan statistik nonparametik. Teknik ini meliputi: 1) chi-square untuk data nominal, 2) tes binomial, 3) tes kendal tau, 4) tes mann-Whitney U, dan 5) tes Wilcoxon.

2. Analisis Data Kualitatif
Data kualitatif didapat dari upaya pengumpulan data dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data, seperti observasi (pengamatan), wawancara, diskusi kelompok terfokus, dan lain sebagainya.
Dalam pelaksanaannya, analisis data kualitatif bertujuan pada proses penggalian makna, penggambaran, penjelasan, dan penempatan data pada konteksnya masing-masing. Uraian data jenis ini berupa kalimat-kalimat, bukan angka-angka atau tabel-tabel. Untuk itu, data yang diperoleh harus diorganisir dalam struktur yang mudah dipahami dan diuraikan.
Secara lebih lengkap kegiatan menganalisis data kualitatif meliputi tahapan berikut ini.
1. Menyiangi Data (Mereduksi Data). Data yang diperoleh dari lapangan disiangi. Pada tahapan ini yang dilakukan adalah memilih dan memilah mana yang sesuai atau sekelompok dengan kelompok variabel atau penggolongan/kategori yang telah kita buat sebelumnya, yang jelas-jelas kategori atau variabel ini harus mengacu pada tujuan evaluasi program yang telah ditentukan
2. Display Data. Data yang diperoleh dikategorisasikan menurut pokok permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan peneliti untuk melihat pola-pola hubungan satu data dengan data lainnya.
3. Menafsirkan Data. Dalam menafsirkan data, kita bisa menggunakan model Analisis konten. Dalam model ini kegiatan yang kita lakukan adalah mengklarifikasi istilah-istilah, tanda, simbol, atau kode yang dipakai dalam komunikasi, dengan menggunakan beberapa patokan dalam klasifikasi, dan menggunakan teknik analisis dalam memprediksikan.
4. Menyimpulkan dan Verifikasi. Data yang telah ditafsirkan kemudian disimpulkan. Untuk mengecek kebenaran dari apa yang telah kita tafsir dan simpulkan, kita lakukan verifikasi. Kegiatan ini mencocokkan kembali apakah penafsirannya sesuai, apakah perlu ada konfirmasi ulang pada sumber data atau informan, apakah perlu perbaikan format tafsiran atau perlu data pendukung untuk memperkuat.
5. Meningkatkan Keabsahan Hasil. Kegiatan ini adalah untuk menjawab kelemahan yang sering dialami oleh para ahli pendekatan kuantitatif, berkaitan dengan validitas dan rehabilitas data dalam pendekatan kualitatif. Untuk meningkatkan keabsahan hasil, upaya yang evalator lakukan atas hasil yang diperoleh, ada beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan, yakni sebagai berikut.
Kredibilitas (Validitas Internal)
Untuk meningkatkan kredibilitas hasil yang diperoleh, evaluator harus :
 Meningkatkan kualitas keterlibatan dirinya dalam kegiatan pengumpulan data di lapangan, jangan hanya sekedar duduk di meja mendengarkan dan memeriksa berkas-berkas tertulis, atau mencermati gambar, model/ maket yang ada, atau artifak lainnya.
 Melakukan pengamatan secara terus menerus
 Melakukan trianggulasi, baik metode maupun sumber untuk mencek kebenaran data, yaitu dengan membandingkannya dengan data yang diperoleh sumber lain. Hal ini dilakukan untuk mempertajam analisis evalator terhadap hubungan sejumlah data.
 Pelibatan para pakar metodologi dan/atau substansi program yang dievaluasi, untuk berdiskusi, memberikan masukan dan kritik dalam proses evaluasi.
 Menggunakan bahan referensi untuk meningkatkan nilai kepercayaan akan kebenaran data yang diperoleh, dalam bentuk rekaman, tulisan, kopian, dan lain-lain.
 Member check, pengecekan terhadap hasil yang diperoleh guna perbaikan dan tambahan dengan kemungkinan kekeliruan atau kesalahan dalam memberikan data yang dibutuhkan evaluator.
Transferabilitas
Rekomendasi yang dihasilkan dapat diaplikasikan oleh lembaga pemakai. Kegiatan evaluasi ini bernilai tinggi apabila para pembaca laporan evaluasi memperoleh gambaran dan pemahaman yang jelas tentang konteks dan fokus evaluasi.
Dependabilitas dan Conformabilitas
Dilakukan dengan audit trail berupa komunikasi dengan pakar lain dalam bidangnya guna membicarakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam evaluasi berkaitan dengan data yang harus dikumpulkan
6. Narasi Hasil Analisis. Pembahasan dalam evaluasi yang menggunakan pendekatan kualitatif dalam penggalian datanya, menyajikan informasi dalam bentuk teks tertulis atau bentuk-bentuk gambar mati atau hidup seperti foto, video, dan lain-lain. Dalam menarasikan data kualitatif ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu 1) tentukan bentuk (form) yang akan digunakan dalam menarasikan data, 2) hubungkan bagaimana hasil yang berbentuk narasi itu menunjukan tipe/bentuk keluaran yang sudah didesain sebelumnya, dan 3) jelaskan bagaimana keluaran yang berupa narasi itu mengkomparasiakan antara teori dan literasi-literasi lainnya yang mendukung topik.




















C. PENGOLAHAN DATA DENGAN KOMPUTER
Proses perhitungan data bisa dilakukan secara manual dan komputer. Secara manual biasanya hanya dengan menggunakan bantuan kalkulator dan hanya efektif dilakukan untuk data yang jumlahnya sedikit. Tetapi bayangkan kalau kita akan mengevaluasi Program Pelatihan Calon Kepala Sekolah se-Indonesia, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan atau bahkan puluhan ribu, mungkinkah digunakan perhitungan secara manual? Apalagi jika nvariabel yang diteliti banyak sekali dan kompleks. Tentu komputerlah yang menjadi satu-satunya pilihan. Ada banyak program aplikasi komputer yang bisa digunakan untuk membantu dalam melakukan perhitungan data evaluasi program.
Untuk pengolahan data kuantitatif, kita bisa menggunakan program komputer yang telah ada, misalnya SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Namun walaupun komputer sepertinya hebat, tetap saja hasil yang didapat akan tetap tergantung pada manusia sebagai pengendalinya. Komputer hanyalah alat, jika mengoperasikan atau memberikan intruksinya salah, atau datanya salah maka komputer tidak dapat mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut. Artinya, jika terjadi kesalahan di awal atau ketika pengoperasian maka kesimpulan yang dihasilkan pun bisa salah.
SSPS pertama kali diluncurkan dengan versi 1.0-nya pada tahun 1968. waktu bertahan yang cukup lama, membuat program ini sudah sangat luas dikenal dan digunakan oleh semua kalangan dibidang penelitian sosial, termasuk dibidang pendidikan, khususnya manajemen pendidikan.
Dalam program ini, teknik statistik yang bisa kita temukan antara lain :
1) Statistik deskriptif, berisikan tabulasi silang, frekuensi, deskripsi, eksplorasi, statistik rasio deskriptif.
2) Statistik bivariat : mean, t-test, ANOVA, korelasi (bivariat, parsial, jarak), dan tes nonparametik.
3) Prediksi bagi out come numerik, regresi linear.
4) Prediksi mengenali kelompok : analisis faktor, analisis kluster (dua langkah, K-means, hierarkis), dan diskriminan.



BAB III
KESIMPULAN

Data yang diperoleh dari lapangan bisa berbentuk kualitatif dan kuantitatif, tergantung jenis data yang digali. Untuk mengolahnya, memerlukan teknik yang berbeda-beda. Untuk data kuantitatif biasanya menggunakan teknik statistika, sedangkan untuk data kualitatif menggunakan teknik analisais nonstatistika.
Dalam pengolahan data kuantitatif, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan tabulasi data. Cara ini akan sangat membantu dalam mengolah data yang didapat. Setelah data ditabulasi dalam coding sheet, barulah kita melakukan pengolahan data.
Teknik pengolahan dengan statistik, terbagi atas dua jenis, yaitu statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif adalah teknik pengolahan data yang tujuannya melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa bermaksud membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diteliti. Sedangkan statistik inferensial adalah berupaya menganalisis sebagian data yang dilakukan untuk meramalkan dan menarik kesimpulan atas data tersebut yang nantinya akan berlaku bagi keseluruhan gugus atau induk dari data itu. Statistik inferensial ini terbagi dalam dua jenis, parametik dan nonparametik. Statistik parametik berlaku bagi data yang sebarannya normal dan berbentuk interval atau rasio. Sedangkan nonparametik, berlaku bagi data yang sebarannya tidak normal dan berbentuk ordinal atau nominal.
Pengolahan data akan lebih mudah dilakukan jika menggunakan bantuan komputer. Dengan komputer hanya memasukan coding sheet lalu memprosesnya maka hasilnya akan diperoleh dengan cepat.









DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi, 2009 Evaluasi Program Pendidikan : pedoman teoritis praktis bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan, Jakarta, Bumi Aksara.















































Diajukan untuk
Memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan
Dosen Pembimbing Bpk Yusran Pasaribu S.Pd,


Disusun oleh :
1. Indri Listiyaningsih
2. Khoerudin
3. Leni
4. Sri Jayanti
5. Iwan

Minggu, 14 Februari 2010

lokasi

This is My Place !!! Tak Kenal Maka Tak Sayang: Panduan Membuat Blog Di blogspot.com

www.babakanwaru.blogspot.com

Profil desa ku

Profil Babakan Waru
Kp. Babakan Waru Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur terletak di sekitar Bogor Timur Desa ini sangat tertinggal sekali baik di bidang pendidikan teknologi apalagi, karena di sini semua kegiatan masyarakat masih sangat tradisional. Bahkan ada beberapa siswa yang masih duduk di kelas 5 SD sudah punya pendamping hidup. Adat siti nurbaya di desa ini masih sangat melekat, kebanyakan dari mereka setelah lulus SD langsung menikah, saya pernah menanyakan “ Kenapa mereka tidak melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi ? “ Jawabannya : karena Faktor ekonomi,prinsip disini kalo perempuan untuk apa sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya nanti ke dapur-dapur juga. Memang rata-rata mata pencaharian disini petani, jadi ekonomi merupakan alas an yang paling utama, di desa ini tidak ada perusahaan kehidupan warga disini hanya bergantung hidup kepada lahan yang mereka garap.
Inilah gambar sebuah rumah warga yang berdiri di pinggir tebing.

Sungai yang sesekali meluluh lantahkan hasil panen penduduk

Beberapa gambar lingkungan di desa ini

Profil desa ku

Profil Babakan Waru
Kp. Babakan Waru Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur terletak di sekitar Bogor Timur Desa ini sangat tertinggal sekali baik di bidang pendidikan teknologi apalagi, karena di sini semua kegiatan masyarakat masih sangat tradisional. Bahkan ada beberapa siswa yang masih duduk di kelas 5 SD sudah punya pendamping hidup. Adat siti nurbaya di desa ini masih sangat melekat, kebanyakan dari mereka setelah lulus SD langsung menikah, saya pernah menanyakan “ Kenapa mereka tidak melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi ? “ Jawabannya : karena Faktor ekonomi,prinsip disini kalo perempuan untuk apa sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya nanti ke dapur-dapur juga. Memang rata-rata mata pencaharian disini petani, jadi ekonomi merupakan alas an yang paling utama, di desa ini tidak ada perusahaan kehidupan warga disini hanya bergantung hidup kepada lahan yang mereka garap.
Inilah gambar sebuah rumah warga yang berdiri di pinggir tebing.

Sungai yang sesekali meluluh lantahkan hasil panen penduduk

Beberapa gambar lingkungan di desa ini

Sabtu, 13 Februari 2010

try out smp bhs inggris math

halaman 1
No Indikator Soal
1
Menentukan hasil operasi hitung
penjumlahan dan pengurangan
pada bilangan cacah
(82.914 – 57.259) + (65.241 – 47.848) = …
A. 42.048
B. 42.148
C. 43.038
D. 43.048
2 Menentukan hasil perkalian dan
pembagian pada bilangan cacah
255 × 28 : 7 = …
A. 1.010
B. 1.020
C. 1.120
D. 1.125
3 Menentukan hasil operasi hitung
campuran pada bilangan bulat
2.828 : 14 – 272 : 16 =
A. 185
B. 105
C. 15
D. 2
4 Menyelesaikan soal cerita yang
berkaitan dengan operasi hitung
penjumlahan dan pengurangan
pada bilangan bulat
Paman mempunyai uang sebesar Rp. 26.050,00.
Uang itu dibelikan lauk pauk Rp. 9.475,00; sayuran
Rp. 4.150,00 dan minyak goreng Rp. 8.500,00.
Sisa uang paman sekarang adalah …
A. Rp. 3.925,00
B. Rp. 4.025,00
C. Rp. 4.925,00
D. Rp. 5.025,00
5 Menyelesaikan soal cerita yang
berkaitan dengan operasi hitung
perkalian dan pembagian pada
bilangan cacah
Pak Mursid mempunyai mangga 6 keranjang. Setiap
keranjang berisi 75 mangga. Mangga itu dibagi kepada
9 orang temannya secara merata. Setiap temannya
menerima … buah mangga
A. 459
B. 450
C. 90
D. 50
6 Menentukan hasil operasi hitung
penjumlahan atau pengurangan
pecahan biasa dan campuran






= …
A.

B.

C.

D.

halaman 2
7 Menentukan hasil operasi hitung
penjumlahan atau pengurangan
pecahan desimal
0,49 + (0,72 : 0,8) – 0,5 = …
A 6,89
B. 8,68
C. 9,84
D. 10,68
8 Menentukan hasil perkalian atau
pembagian pecahan biasa dan
campuran






= …
A. 1


B. 1

C. 2

D. 2

9 Menyelesaikan soal cerita yang
berkaitan dengan operasi hitung
campuran bilangan pecahan
(biasa, campuran, dan desimal)
10 Menyelesaikan soal cerita yang di
dalamnya menggunakan persen
Kegiatan yang dilakukan oleh Rosi pada hari Senin adalah sebagai
berikut:
No Kegiatan Waktu
1 Belajar 8 jam
2 Tidur 6 jam
3 Membantu orang tua 2 jam
4 Nonton TV 1 jam
5 Bermain 3 jam
Persentase waktu yang digunakan oleh Rosi untuk tidur adalah…
A.12%
B. 15%
C. 30%
D. 40%
11 Menentukan nilai KPK dari tiga
bilangan dua angka
Faktor persekutuan terkecil (KPK) dari 24, 32 dan 48
adalah …
A. 46
B. 62
C. 84
D. 96
12 Menyelesaikan soal cerita yang di
dalamnya menggunakan KPK
Tiga buah lampu dinyalakan bersama-sama. Lampu merah menyala
setiap 2 detik. Lampu hijau menyala setiap 3 detik dan lampu
kuning menyala setiap 4 detik. Ketiga lampu itu akan menyala
bersamaan pada detik
ke …
A. 12
B. 11
C. 10
D. 9
halaman 3
13 Menentukan nilai FPB dari tiga
bilangan dua angka
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 36, 48 dan 54 adalah …
A. 6
B. 7
C. 8
D. 9
14 Menyelesaikan soal cerita yang di
dalamnya menggunakan FPB
Dua buah tali berwarna merah dan biru masing-masing
panjangnya 91 cm dan 143 cm. Kedua tali tersebut dipotong
dengan ukuran terpanjang, sehingga masingmasing
potongan sama panjang. Banyak potongan dari
kedua tali tersebut adalah …
A. 11 potong
B. 13 potong
C. 18 potong
D. 21 potong
15 Menyelesaikan soal cerita yang
menggunakan perbandingan
Jumlah umur bapak dan ibu 56 tahun. Jika umur bapak dan ibu
berbanding antara 3 dan 4, maka umur bapak … tahun
A. 8
B.24
C.28
D. 32
16 Menyelesaikan soal cerita yang
menggunakan perhitungan skala
Skala peta 1 : 500.000. Jika jarak Bandung – Sumedang 60 km,
maka jarak pada peta … cm
A. 12.000 cm
B. 1.200 cm
C. 120 cm
D. 12 cm
17 Menentukan hasil operasi hitung
penjumlahan atau pengurangan
bilangan pangkat dua dan akar
pangkat dua
Nilai dari √196 √625 adalah ….
A. 29
B. 32
C. 36
D.39
18 Diketahui luas sebuah persegi,
siswa dapat menghitung panjang
sisinya
Bangun persegi di samping mempunyai luas 7.569 m2 , panjang sisi
bangun tersebut adalah … m
A. 67
B. 87
C. 97
D. 107
19 Menyelesaikan soal cerita
sederhana yang berkaitan
dengan operasi hitung
penjumlahan atau pengurangan
satuan waktu yang berbeda
1


abad + 8 windu + 15 tahun + 24 bulan = … tahun
A.206
B.228
C.208
D.185
20 Menyelesaikan soal cerita
sederhana yang berkaitan
dengan penjumlahan atau
pengurangan pada dua atau lebih
satuan panjang yang berbeda
45 hm + 2 dam + 12 m = … m
A. 4.514
B. 4.523
C. 4.552
D. 4.533
21 Menyelesaikan soal cerita
sederhana yang berkaitan
dengan operasi hitung dari
beberapa satuan berat yang
berbeda
2,5 ton + 8 kuintal – 150 kg = … kuintal
A.33
B.34,5
C.31,5
D.30
22 Menyelesaikan soal cerita
sederhana yang berkaitan
dengan operasi hitung dari
beberapa satuan luas yang
berbeda
100 m2 + 14 dam+2 + 1 hm2 = … dam2
A. 15
B. 25
C. 105
D. 115
halaman 4
23 Menyelesaikan soal cerita
sederhana yang berkaitan
dengan operasi hitung dari
beberapa satuan volume yang
berbeda
90 dm3 + 9 liter – 9.000 cm3 = … dm3
A. 60
B. 70
C. 80
D. 90
24 Menyelesaikan soal cerita
sederhana yang berkaitan
dengan jarak, kecepatan, dan
waktu
Jarak Pandeglang ke Cirebon 585 km, ditempuh
dengan mobil selama 9 jam. Maka kecepatan mobil itu
setiap jam adalah …
A. 70 km
B. 65 km
C. 60 km
D. 55 km
25 Menentukan nama suatu bangun
datar berdasarkan sifat-sifat
bangun yang diketahui
Suatu bangun datar mempunyai sifat-saifat:
1) Keempat sisinya sama panjang
2) Keempat sudutnya siku-siku
Bangun tersebut adalah….
A. Layang-layang
B. Persegi
C. Trapesium
D. Jajargenjang
26 Menentukan banyaknya rusuk
dari suatu gambar bangun ruang
yang disajikan
Banyak titik sudut pada gambar di bawah adalah …
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
27 Menentukan hasil pencerminan
dari gambar suatu bangun datar
yang disajikan
Pencerminan yang benar ditunjukkan oleh gambar….
28 Menentukan hasil bayangan dari
rotasi bangun datar dengan
pusat putaran ditentukan
Hasil perputaran 180O searah jarum jam bangun di
samping dengan pusat O adalah
A. B.
B. D.
29 Menentukan sumbu simetri lipat
dari gambar bangun datar yang
disajikan
Garis simetri bangun di bawah ini ditunjukkan oleh garis ….
A. AB
B. CD
C. EF
D. GH
O
O
O
O
O
halaman 5
30 Menentukan keliling dari gambar
gabungan dua bangun datar yang
disajikan beserta ukurannya .
Perhatikan gambar ! Keliling bangun data di di bawah adalah …
A. 50 cm
B. 54 cm
C. 55 cm
D. 60 cm
31 Menyelesaikan soal cerita yang
berkaitan dengan keliling bangun
datar
Sebidang kebun berbentuk empat persegi panjang, lebar 18 m dan
panjang 46 cm. Maka kelilingnya adalah …
A. 36 m
B. 64 m
C. 92 m
D. 128 m
32 Menentukan luas dari gambar
gabungan dua bangun datar yang
disajikan beserta ukurannya
Kebun pak Dudi berbentuk seperti pada gambar di samping. Luas
kebun tersebut adalah …
A.792 m2
B.648 m2
C.576 m2
D.568 m2
33 Menentukan bentuk jaring-jaring
kubus atau balok
Dari rangkaian persegi di bawah yang merupakan jaringaring
kubus adalah gambar nomor …
A. I, II, III
B. II, III, IV
C. I, II, IV
D. I, II, IV
34 Menentukan volume dari
gabungan dua bangun ruang sisi
datar (balok dan kubus) yang
disajikan beserta ukurannya
Volume dari bangun pada gambar di bawah ini adalah ….
A. 400 cm3
B. 410 cm3
C. 420 cm3
D. 440 cm3
35 Menentukan luas permukaan
bangun ruang sisi datar (kubus
atau balok) dari gambar yang
diberikan
Luas permukaan balok pada gambar di bawah adalah….
A. 552 cm2
B. 452 cm2
C. 352 cm2
D. 225 cm2
36 Menentukan letak salah satu titik
koordinat dari suatu bangun
datar yang terletak pada diagram
kartesius
ABCD adalah persegipanjang yang terletak bidanga koordinat,
dengan A(1, 2), B(1, 6), C(-4, 6). Koordinat titik D adalah….
A. (-4, 6)
B. (-4, 2)
C. (6, -4)
D. (2, -4)
5 cm
5 cm
4 cm
10 cm
12 cm
halaman 6
37 Menentukan salah satu unsur
yang belum diketahui dari
gambar diagram batang yang
disajikan
Gambar berikut adalah grafik jumlah siswa SD Taruna dari tahun
1990 sampai 1996
Jumlah siswa terbanyak terjadi pada tahun …
A. 1990
B. 1992
C. 1993
D. 1996
38 Menentukan salah satu unsur
yang belum diketahui dari
gambar diagram lingkaran yang
disajikan
Diagram lingkatan di bawah menunjukkan mata pelajaran yang
digemari siswa kelas VI SD Margamulya. Jika banyak siswa 40
orang, maka yang gemar mata pelajaran matematika … orang.
A. 12
B. 15
C. 20
D. 25
39 Menentukan nilai rata-rata
kumpulan data yang disediakan
Nilai ulangan Matematika Wati sebagai berikut: 9, 8, 6, 6, 7, 8, 10,
5, 7 dan 9. Nilai rata-rata ulangan adalah …
A. 7,5
B. 7,2
C. 6,9
D. 6,5
40 Menyelesaikan soal cerita yang
berkaitan dengan modus dari
sekumpulan data yang
disediakan
Data berikut merupakan nilai ulangan Matematika yang diperoleh
Arman: 8, 9, 7, 7, 6, 7, 9, 6, 7, 5, 8, 8. Modus data tersebut adalah….
A. 6
B. 7
C. 8
D. 9

prediksi UN 2009-2010

file:///D:/data%20sekolah/prediksimathinggrsUN2010.pdf
file:///D:/data%20sekolah/prediksiIPAIndoUN2010%20smp.pdf
file:///D:/data%20sekolah/PrediksiUASBN2010BINDONESIA%20SD.pdf
file:///D:/data%20sekolah/SOALTRYOUTBAHASAINGGRISSMP.pdf

arab in word

dengan sofware ini kamu bisa menulis bahasa arab dengan mudah tinggal download lalu save di komputer atau laptop anda
file:///C:/Program%20Files/Microsoft%20Office/Quran_in_Word/DataQuran/

Kisi-Kisi Pkn SD Kls 5

KISI-KISI SOAL TES SEMESTER KELAS 5 (lima)

MATA PELAJARAN PKn

SDN PABUARAN 02

No.

STANDAR

KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

SOAL

BENTUK SOAL

JAWABAN

1.

Menghargai keputusan bersama

1. Mengenal Bentuk bentuk keputusan bersama

§ Setelah ceramah siswa dapat menyebutkan hakekat musyawarah

§ Setelah Pembelajaran siswa dapat menyimpulkan mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi.

§ Setelah diskusi siswa dapat menjelaskan bahwa hasil pemufakatan menjadi keputusan bersama.

§ Setelah ceramah siswa dapat menyebutkan asas-asas dalam musyawarah.

§ Setelah ceramah Siswa dapat menyebutkan tiga aturan dalam musyawarah.

1. Pilihan yang di pilih dilaksanakan dari beberapa pilihan oleh seseorang di sebut...

A. Keputusan

B. Peraturan

C. Program

D. Musyawarah

21. Apa yang di maksud dengan keputusan ?

19. Musyawarah bisa terjadi jika semua orang ...

2. Dalam menjaga keamanan lingkungan,warga melakukan...

A. Gotong Royong

B. Kerja Bakti

C. Ronda malam

D. Menjaga Rumah Sendiri

16. Sepulang sekolah, andi ingin belajar untuk menghadapi ulangan besok. Tetapi dalam perjalanan pulang, ia di ajak bermain layang-layang oleh Budi.

Yang seharusnya andi lakukan adalah...

22. Sebutkan 4 contoh hasil keputusan bersama !

3. Keputusan yang salah dapat merugikan

A. Orang tua

B. Teman

C. Diri sendiri

D. Diri sendiri dan orang lain

4. contoh sikap menghargai hasil keputusan bersama adalah...

A. tidak datang tepat waktu saat belajar kelompok

B. tidak mau di hukum ketika melanggar aturan

C. melaksanakan tugas piket kelas

D. Belajar dengan giat

5. Pengambilan keputusan bersama sedapat mngkin dilakukan secara ....

A. Pemungutan Suara

B. Pemaksaan

C. Penunjukan

D. Musyawarah

6. Dalam pemungutan suara, keputusan diambil berdasarkan ...

A. Suara Terbanyak

B. musyawarah mufakat

C. Keinginan ketua

D. Suara pemerintah

23. Sebutkan 3 cara mengambil keputusan bersama !

7. Dalam musyawarah apabila ada orang lain punya pendapat kita harus

A. memotong pembicaraan

B. Menghargai pendapat orang lain

C. Acuhkan Saja

D. Memberi penghargaan

PG

Uraian

Isian

PG

isian

Uraian

PG

PG

PG

PG

Uraian

PG

§ Setelah diskusi siswa dapat menyebutkan nilai-nilai positif yang dapat di ambil pada musyawarah.

8. Sikap yang perlu dikembangkan dalam musyawarah adalah...

A. Mau menang sendiri

B. Mendengarkan pendapat orang lain

C. Mengaku diri lebih hebat

D. Memotong pembicaraan orang lain

17. membuang sampah di sungai dapat mengakibatkan...

PG

Isian

2. Mematuhi Keputusan Bersama

§ Setelah pembelajaran siswa dapat menyebutkan bahwa musyawarah adalah cara menyelesaikan setiap perbedaan pendapat / perselisihan

§ Setelah ceramah siswa dapat menjelaskan makna kemufakatan dari hasil musyawarah

§ Setelah pembelajaran siswa dapat menunjukan bahwa hasil musyawarah adalah untuk kepentingan bersama

§ Setelah ceramah siswa dapat menjelaskan cara mengambil keputusan bersama

§ Setelah pembelajaran siswa dapat Menyebutkan arti dari demokrasi pancasila yaitu keputusan di ambil di dasarkan musyawarah mufakat.

§ Setelah Pembelajaran siswa dapat menjelaskan keputusan bersama dapat di pertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

9. Saat merencanakan darmawisata, semua anak kelas lima mempertahankan keinginan mereka masing-masing, Bagaimana cara mempersatukan keinginan anak kelas lima tersebut ?

A. Pemungutan Suara

B. Diskusi Kelas

C. Musyawarah Mufakat

D. Pemaksaan Kehendak

10. Kelas lima akan menyumbangkan acara sekolah. Mereka membuat pemungutan suara dengan hasil :

- Pentas Drama 10 anak

- Menyanyi 8 anak

- Baca puisi 5 anak

- Main alat musik 7 anak

Berdasarkan hasil di atas, keputusan yang harus di ambil adalah...

A. Memainkan alat musik

B. Berpuisi

C. Pentas drama

D. Menyanyi

24. Berikan 3 alasan! Mengapa keputusan bersama harus di taati ?

20. Bila mufakat tidak tercapai maka di lakukan...

11. Di kampung leuwi catang bayak sekali kejahatan yang di lakukan malam hari, ketua RT setempat mengadakan rapat dan mengusulkan kepada warga harus ada ronda malam.sedangkan andi hanya menjaga rumahnya sendiri saat malam tiba. Apa pendapatmu tentang sikap andi?

A. Mau menang sendiri

B. tidak mentaati peraturan

C. Cuek saja

D.mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan bersama

12. Keputusan bersama harus di taati karena di buat untuk ...

A. Kepentingan pribadi

B. kepentingan bersama

C. Kepentingan kelompok

D. Kepentingan Pemerintah

25. Sebutkan 4 cara mengambil keputusan bersama !

13. Sebelum mengambil sebuah keputusan, Sebaiknya kita perlu...

A. Mendapat pengaruh dari teman

B. Mempertimbangkan akibat keputusan kita

C. Mendengarkan nasihat orang tua

D. Mendengarkan saran dari guru

14. Untuk Mengatur kehidupan masyarakat maka di buat ...

A. Peraturan

B. UUD

C. Demokrasi

D. Musyawarah

18. Jika Berada di sekolah, Seorang murid harus mengikuti aturan ...

15. Peraturan di buat untuk ....

A. Dilanggar

B. Diikuti

C. Dipatuhi

D. Dibiarkan

PG

PG

Uraian

Isian

PG

PG

Uraian

PG

PG

Isian

PG

Mengetahui, Pabuaran, 08 Februari 2010

Kepala Sekolah Guru Kelas

OGI S.Pd.SD Mamat Rahmat.

Nip: 1960 0706 1982 011004